Sjafruddin Prawiranegara Tidak Diakui Presiden RI
Semenjak berkecimpunya Sjafruddin Prawiranegara di dalam kancah pemerintahan, sudah tidak terhitung lagi berapa banyak jasa yang ia torehkan. Namun hidupnya selalu dihantam kesulitan. Rumahnya ’lenyap’. Anak-anaknya dititipkan ke sanak saudara dan para teman, meski negeri ini telah merdeka. Tak ada pengakuan prestasi. Apalagi gelar pahlawan. Peran PDRI diakui tahun 2006. Melalui Keputusan Presiden Nomor 28 Tahun 2006, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan tanggal 19 Desember sebagai ‘Hari Bela Negara’. Keputusan itu dilandasi fakta perjuangan Sjafruddin dan kawan-kawan mempertahankan kemerdekaan melalui PDRI. Namun, Sjafruddin tidak diakui menjadi presiden. Padahal ketika memimpin PDRI, Sukarno-Hatta telah ditawan Belanda. Anda saja tidak ada PDRI, Indonesia telah “musnah”. Dan Indonesia kembali dicengkram kolonialisme.
